Wakili Bupati Bogor, dr. Fusia Buka Giat Peringatan Hari AIDS Sedunia

Pemerintah843 Dilihat

CorongNusantaraNews.com — Babakan Madang — Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dr. Fusia Meidiawaty, S.H., M.H.Kes., MARS. membuka kegiatan Peringatan Hari AIDS Sedunia yang dihadiri oleh lintas SKPD, lintas sektor, serta komunitas ODHIV.

Kegiatan yang dilaksanakan di Ole Suite Hotel pada Rabu, 3 Desember 2025 ini juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada para pihak yang berkontribusi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.

Mewakili Bupati Bogor, dr. Fusia menyampaikan salam khusus dari Bupati yang berhalangan hadir karena agenda lain yang berlangsung simultan. Ia menegaskan bahwa Hari AIDS Sedunia adalah momen penting untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap HIV, bukan sebuah perayaan.

“Tema nasional tahun ini, ‘Bersama Hadapi Perubahan, Jaga Keberlanjutan Layanan HIV’, merupakan ajakan kuat untuk mempercepat transformasi layanan dan memperkuat kolaborasi lintas sektor demi mencapai Ending AIDS 2030,” ungkap Fusia.

Menurut Fusia, upaya mengakhiri epidemi AIDS tidak bisa dibebankan pada Dinas Kesehatan saja. Kabupaten Bogor yang memiliki populasi lebih dari 6,3 juta jiwa, terbesar di Indonesia, menghadapi tantangan yang kompleks dalam penanggulangan HIV.

“Dengan wilayah yang sangat luas serta karakter masyarakat yang beragam, risiko penularan HIV menjadi isu strategis yang harus dikelola dengan sangat serius dan terencana,” katanya.

Ia memaparkan bahwa pola penularan HIV telah bergeser secara epidemiologis. Tidak hanya terjadi pada kelompok berisiko tinggi, tetapi kini juga mengancam ibu rumah tangga dan anak-anak. Hal ini menuntut perluasan deteksi dini ke segmen masyarakat yang selama ini tidak terbayangkan terdampak.

“Masih banyak ODHIV yang belum terdiagnosis, sebagian karena kurangnya informasi atau tidak memahami gejala awal. Tugas kita memastikan edukasi dan pemeriksaan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Fusia menyoroti masih adanya penderita HIV (ODHIV) yang putus berobat atau tidak teratur dalam mengonsumsi ARV. Untuk itu, ia menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan agar:

-Menjamin ketersediaan layanan tes HIV, konseling, dan pengobatan ARV secara berkelanjutan.

-Memberikan pelayanan yang mudah diakses, setara, tanpa diskriminasi.

-Membangun pelayanan kesehatan yang ramah, penuh empati, dan membuat masyarakat merasa aman.

-Mengintegrasikan layanan HIV dengan program TB, IMS, kesehatan reproduksi, dan layanan ibu hamil.

-Memperkuat jejaring rujukan lintas sektor.

-Menghentikan stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV.

“Stigma merupakan tantangan terbesar. Kita semua harus memiliki perspektif yang benar, adil, dan manusiawi,” tegasnya.

Fusia menekankan bahwa Peringatan Hari AIDS Sedunia harus menjadi momentum untuk aksi nyata, bukan hanya seremoni. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut ambil bagian.

“Mari bersama hadapi perubahan, jaga keberlanjutan layanan HIV, dan wujudkan Kabupaten Bogor bebas stigma, diskriminasi, serta infeksi baru menuju Ending AIDS 2030,” pungkasnya.(Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *