CorongNusantaraNews.com — Singkawang – Sebuah persoalan infrastruktur yang dinilai merugikan warga kembali mencuat. Kali ini dialami Supriadi, warga Jalan Tirtasari RT 050 RW 010, Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah, yang mengaku hak atas tanah miliknya terganggu akibat keberadaan pipa besar milik PDAM yang tertanam tepat di lahannya.
Lahan yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk pembangunan maupun aktivitas produktif kini justru terbengkalai. Keberadaan instalasi pipa tersebut disebut menjadi penghambat utama pemanfaatan tanah miliknya.
Dalam keterangannya kepada awak media, Supriadi mengungkapkan rasa kecewa karena hingga kini belum ada solusi konkret dari pihak terkait.
“Saya hanya ingin memanfaatkan tanah milik sendiri. Tapi sampai sekarang tidak bisa karena ada pipa PDAM di tengah lahan. Tidak ada kejelasan maupun solusi yang benar-benar berpihak kepada kami sebagai pemilik tanah,” ujar Supriadi, Senin (3/5/2026).
Menurutnya, persoalan tidak berhenti pada keberadaan pipa semata. Ia juga menyoroti sistem drainase atau saluran pembuangan yang dinilai tidak memadai. Saluran dengan ukuran kecil disebut tidak mampu menampung debit air saat hujan deras maupun ketika aliran air meningkat.
Akibatnya, air kerap meluap hingga menggenangi area tanah miliknya dan menyebabkan lahan berubah menjadi kubangan lumpur.
“Kalau hujan deras, air meluap ke mana-mana. Tanah saya jadi seperti rawa, penuh lumpur dan genangan. Kondisi ini sudah sangat merugikan,” tambahnya.
Genangan tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga dikhawatirkan dapat berdampak pada kerusakan struktur tanah serta lingkungan sekitar apabila terus dibiarkan tanpa penanganan serius.
Supriadi pun meminta perhatian dan tanggung jawab dari pihak PDAM maupun Pemerintah Kota Singkawang agar segera turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut.
Ia berharap ada langkah nyata, baik berupa pemindahan jalur pipa, perbaikan drainase, maupun bentuk penyelesaian lain yang tidak merugikan masyarakat sebagai pemilik sah lahan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PDAM terkait keluhan warga tersebut. Masyarakat kini menanti respons dan tindakan konkret agar persoalan yang berlangsung cukup lama itu tidak semakin berdampak luas.(Anggi)








