Mengenang 40 Hari Wafat KH. AA Muhammad Dana bin Bapak H. Ukas

Umum556 Dilihat

CNN/CorongNusantaraNews.com — Bantarjati, Klapanunggal, Kabupaten Bogor — Sabtu , 3 Oktober 2026. Mengenang pupusnya seorang ulama, bukan berarti pupus pula cahaya ilmu yang telah beliau wariskan.

Genap 40 hari telah berpulang ke rahmatullah KH. AA Muhammad Dana bin Bapak H. Ukas, (AA Nambo) seorang ulama yang dikenal memiliki sanad keilmuan ke Gentur, sebuah tradisi keilmuan Islam yang masyhur dengan kealiman, adab, dan keteguhan dalam menjaga warisan ilmu para ulama.

Kepergian beliau merupakan kehilangan yang mendalam, khususnya bagi para santri, keluarga, serta masyarakat Desa Bantarjati yang selama ini mendapatkan manfaat dari ilmu, nasihat, keteladanan, dan pengabdiannya.

Ulama adalah pewaris para nabi dalam ilmu. Ketika seorang ulama wafat, salah satu cahaya ilmu di tengah umat turut pergi. Namun ilmu yang telah diajarkan tidak akan berhenti selama terus dipelajari, diamalkan, dan diwariskan oleh para santri serta masyarakat yang pernah menerima manfaat darinya.

Kini, 40 hari telah berlalu. Yang tersisa bukan hanya kenangan, tetapi juga warisan ilmu dan amal yang menjadi bekal bagi para santri dan masyarakat Bantarjati.

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala kekhilafannya, melapangkan dan menerangi alam kuburnya, serta menempatkan beliau bersama para ulama, shalihin, dan orang-orang yang dicintai Allah SWT.

Al-Fatihah untuk Almarhum KH. AA Muhammad Dana bin Bapak H. Ukas.

Semoga ilmu yang beliau wariskan menjadi amal jariyah yang terus mengalir, dan menjadi cahaya bagi generasi yang ditinggalkannya.

اللهم اغفر له وارحمه وعافه واعف عنه

Allahummaghfir lahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu ‘anhu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *