CNN/CorongNusantaraNews.com — Cileubut, Bogor — Sabtu, 2 Oktober 2026. Seorang warga berinisial TT nyaris menjadi korban dugaan penipuan senilai jutaan rupiah setelah menemukan situs internet yang diduga mencatut identitas Toko Bangunan Jaya Bersama (JB) di wilayah Cilebut, Kabupaten Bogor.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 2 Oktober 2026, ketika TT sedang mencari informasi mengenai granit melalui mesin pencarian Google.
Saat melakukan pencarian, TT menemukan sebuah website yang mengatasnamakan Toko Bangunan Jaya Bersama, lengkap dengan foto toko serta informasi lokasi yang mengarah ke toko bangunan yang berada di Jl. Raya Cilebut–Jl. Bojong Gede Raya No. 80, RT 03/RW 05, Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Merasa menemukan toko yang sesuai, TT kemudian menghubungi nomor WhatsApp yang tercantum pada website tersebut sebagai layanan pemesanan.
Komunikasi dan tawar-menawar harga berlangsung melalui WhatsApp hingga akhirnya TT menyepakati harga yang ditawarkan.
Namun, kecurigaan mulai muncul ketika pihak yang mengaku sebagai layanan toko meminta TT melakukan transfer pembayaran terlebih dahulu sebelum barang dikirim.
Merasa ada yang tidak beres, TT memilih tidak langsung melakukan transfer. Ia kemudian mendatangi toko secara langsung untuk memastikan apakah nomor WhatsApp tersebut benar milik pihak Toko Bangunan JB.
Setibanya di lokasi, TT bertemu dengan penjaga toko yang dalam pemberitaan ini disebut Sri (bukan nama sebenarnya).
Menurut keterangan Sri, nomor WhatsApp yang digunakan TT untuk berkomunikasi bukan merupakan nomor milik karyawan atau pihak toko.
“Nggak ada nomor ini di sini, Pak. Hati-hati kalau Bapak disuruh transfer duluan, jangan mau. Itu penipuan,” ujar Sri kepada TT.
Beruntung, TT belum melakukan transfer sehingga tidak mengalami kerugian finansial.
Peristiwa tersebut sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap modus penipuan daring yang diduga menggunakan identitas, foto, alamat, maupun informasi usaha milik pihak lain untuk meyakinkan calon korban.
TT menyatakan berencana melaporkan dugaan tindak pidana tersebut kepada aparat penegak hukum, termasuk Polsek Bojonggede, agar dapat ditelusuri siapa pihak yang membuat dan mengoperasikan website serta nomor WhatsApp tersebut.
Hingga berita ini disusun, belum diketahui identitas pihak yang menggunakan nomor WhatsApp tersebut maupun pihak yang berada di balik website yang diduga mencatut nama Toko Bangunan Jaya Bersama.
Catatan: Toko Bangunan Jaya Bersama dalam peristiwa ini ditempatkan sebagai pihak yang diduga dicatut identitasnya, bukan sebagai pihak yang dituduh melakukan penipuan. Penentuan ada atau tidaknya tindak pidana serta siapa pihak yang bertanggung jawab merupakan kewenangan aparat penegak hukum berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan.(Red)








